dan hujan pun berhenti. . . . BOOK REVIEW.



halo. post pertama di tahun 2017, hehe.
di sini entah kenapa aku mau review novel yang udah aku baca dua kali.

Judulnya, dan hujan pun berhenti . . . karya Farida Susanty.
Pertama terbit tahun 2007 (Grasindo). Banyak halaman 322 hlm.

Pertama kali aku baca novel ini sekitar tahun 2011 atau 2012, dan itu pinjem temen.
Beberapa bulan lalu, ketemu novel ini lagi yang ternyata udah sampai cetakan kesembilan.
Akhirnya memutuskan beli dan baca ulang (yang sayangnya baru sempet lagi baca sekarang).


"Kamu mau bunuh diri?"
"Ya, asal tidak hujan."


Novel ini emang dark banget, menurut aku. Tokoh utamanya Leostrada (Leostrada Andhika Servorova Ekihara Miyazao, yang biasa dipanggil Leo, namun entah kenapa aku lebih suka manggil dia Leostrada). Karakternya cukup unik--dan tentunya, dark. Seperti kebanyakkan novel, tokoh utama yang seringkali jadi tokoh terfavorit, sama seperti Leo ini, hehe.

Leo diceritakan sebagai murid SMA di Bandung yang--istilahnya--bodo amat sama lingkungan sekitar dia. Menurut aku, dia punya trust issues (atau emang  gitu? hehe). Keluarganya kelas atas, tapi dia sehari-hari tinggal di apartemen yang layak huni, minta-minta makanan sama tetangga sebelah, keuangannya bergantung sama kakaknya yang juga ngasih dia uang pas-pasan, minum air dari bak, keluar masuk ruang BP.

Menurut dia, dunia isinya orang-orang munafik.
Dari kecil, dia emang udah 'biasa' bermandi darahnya sendiri. Entah itu karena dipukul dengan tangan kosong ayahnya yang keras, atau karena dipukul dengan perantara--misalnya, botol minuman keras.

"DARI MANA KAMU DAPAT SEMUA INI? DIAJARI SIAPA KAMU MINUM BEGINIAN?!!! DIAJARI SIAPA?!"

Remaja itu tersungkur. Lelehan minuman keras mengalir di rambutnya yang rancung. Bercampur darah. Tapi, matanya tidak menunjukkan ketakutan. Malah diam-diam bibirnya melengkungkan senyum.

"Bukannya diajarin Otosan?"

hal. 33-34

Bukan hanya kekerasan fisik aja yang dia dapet. Sumpah serapah juga udah jadi percakapan dia dan orangtuanya sejak lama.

"MASUK KE KAMAR KAMU DAN JANGAN PERNAH KELUAR!!!! KAMU SAMPAH!!! ANAK GILA, KAMU!!! COBA OTOSAN MAU LIHAT, MANA SI PECUNDANG BAHAGIA ITU, MANA??? HAH?"

hal. 7

"Pergi kamu! Dan jangan balik lagi!!! Pergi! Yang jauh!!! Yang lama!!!" teriak ibunya histeris. "ANAK LIAR! JANGAN CAMPURI URUSAN OKASAN LAGI SEENAKNYAAA!!!"

I just want to be saved. . . . But everyone's walking out. . . .

"OKASAN!!! OKASAN BELA SI BANGSAT INI DARIPADA LEO? OKASAN MABOK?!"

"NGGAK! KAMU YANG MABOK! MAU DITARUH DI MANA MUKA OKASAN LEOSTRADA?!" balasnya membentak. "SOK KUAT. . . . KAMU SELAMA DI RUMAH INI JUGA CUMAN NGABISIN DUIT! SEKOLAH NGGAK BENER, PULANG SEENAKNYA, KERJAAN BERANTEM. . . . MAU JADI PREMAN, KAMU? MATI AJA SEKALIAN KALAU GITU! OKASAN NGGAK BUTUH ANAK SEPERTI ITU!!!!!"

hal. 91

Tapi, uniknya, pada suatu hari, ada seorang cewek yang Leo 'izinkan' buat masuk ke dalam hidupnya. Dia satu-satunya orang (selain kakak dan adiknya) yang Leo anggap bukan pengkhianat.
Namanya, Iris.

"Ternyata ngobrol sama kamu asyik juga ya. Kenapa nggak dari dulu seperti ini sih?" Tanya gadis berambut ikal itu sambil menyeruput pelan air putihnya. Si laki-laki berhenti tertawa. Tertegun.

"Tidak pernah ada yang mau repot-repot mengajak gue ngobrol dengan perjuangan selama itu."

"Nggak pernah punya temen?"

Laki-laki itu menggeleng. "Terlalu berbahaya," katanya tanpa penjelasan. "Kamu sendiri. . . . Jatuh begitu. . . . Apa kamu sakit?"

"Ahahaha. . . aku memang nggak terlalu kuat nih badannya. Alergi dingin gitu. Apalagi dimarah-marahin," jawab si gadis ceria. "Nah, kamu sudah peduli sama aku. Berarti kamu sudah berteman sama aku." Mata mungilnya berbinar.

"Tapi--"

"Iris suka hujan, Iris suka air," cerocos gadis itu. "Kamu bisa bercerita semacam itu sama Iris. Hobi kamu. Apa saja. Mulai sekarang. Oke?"

hal. 36

"PERGI LE! PERGI!! JANGAN PEGANG IRIS! IRIS NGGAK MAU LAGI KETEMU KAMU! IRIS--"

"Apa-apaan. . . ."

"POKOKNYA PERTEMUAN KITA SELESAI!!! KAMU NGGAK USAH DATANG KE SINI LAGI UNTUK NUNGGUIN IRIS!"

"Lo--"

"IRIS NGGAK MAU LIHAT MUKA KAMU LAGI DEPAN IRIS!! IRIS NGGAK MAU KENAL KAMU LAGI! Iris--"

"OH YA? JIJIK YA?"

"IR--"

"TERSERAH! GUE NGGAK PEDULI!! EMANG DASAR PENGKHIANAT LO!"

"PENGKHIANAT?"

"IYA, APA LAGI? LO ITU, PENGKHIANAT! NGOMONG AJA TERUS NGGAK PAKE ALASAN! BULLSHIT SEMUA!"

Gadis itu menangis lama.
"LEO JANGAN SOK TAU! Memangnya Iris punya pilihan lain?"

hal. 37

Ah, iya. Ada satu perempuan lagi yang Leo 'izinkan'. Namanya Spiza.
Menurut Leo, dia bisa lihat campuran diri dia sendiri dan diri Iris di dalam Spiza.

"Hei! Kenapa menggantungkan itu?"
"Biar hujan nggak turun."
"Memangnya kenapa kalau turun?"
"Aku keburu mati sebelum aku bunuh diri."

hal. 4




Komentar
Ceritanya dark, sesuatu yang memang membuat aku tertarik. Leostrada juga cukup membuat pembaca jatuh cinta akan karakternya--yang terlihat kuat tapi sebenarnya rapuh, yang selalu tertawa tapi sebenarnnya dying inside, yang gak peduli dengan orang-orang disekitarnya, tapi sebenernya orang di sekitarnya itulah yang sangat sayang sama dia tanpa dia sadari.
Kalimat di dalam buku juga nggak terlalu kaku dan formal, banyak kalimat liar dan kasar (yang menurut aku kurang cocok untuk pembaca berusia di bawah 15 tahun). Satu yang aku nggak suka: terlalu banyak capslock dan nama tokoh terlalu kebarat-baratan (Leostrada Miyazao, Spizaetus Caerina, Iris Vadista, dsb) haha. But overall, this is one of my favorite novels.

4.5/5 ⭐⭐

a.h.m.🐇
Jakarta, Indonesia
Januari 2017
15:27 pm

No comments:

Powered by Blogger.